DPRD Sintang Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Hasil Reses

oleh
Juru bicara Fraksi Amanat Persatuan, Senen Maryono menyampaikan laporan hasil reses saat rapat paripurna.

BERITA-AKTUAL.COM – DPRD Sintang menggelar rapat paripurna penyampaian laporan hasil kegiatan reses ke-2, Kamis 30 Juni 2022. Rapat paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Sintang Florensius Ronny.

Penyampaian hasil reses dibacakan masing-masing oleh juru bicara fraksi DPRD Sintang. Fraksi Demokrat disampaikan Mainar Puspa Sari. Fraksi Amanat Persatuan disampaikan juru bicaranya Senen Maryono.

Ketua DPRD Sintang, Florensius Ronny mengatakan bahwa reses merupakan kewajiban bagi seluruh anggota DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihan (dapil) masing-masing.

“Dalam reses kita dihadapkan pada keterbatasan dan tidak semua desa bisa dikunjungi. Karena terkendala keterbatasan anggaran, reses dibatasi hanya lima desa,” kata Ronny.

Dari lima desa tersebut, kata Ronny, hasil reses akan dirangkum menjadi satu. Lalu disampaikan pada sidang paripurna. Selanjutnya diserahkan ke pemerintah daerah.

“Dalam reses ini sendiri keluhan masih sama seperti reses 1 tahun 2022. Yakni berkaitan dengan infrastruktur, sarana dan prasarana air bersih, fasilitas pendidikan dan kesehatan,” ungkap legislator Partai Nasdem ini.

Untuk sektor kesehatan, Ronny menyebut kondisinya mulai membaik. Untuk sektor pendidikan, karena jumlah sekolah sangat banyak, masih ditemukan infrastruktur yang rusak. Begitu juga ketersediaan tenaga pengajar.

“Hal-hal lainnya yang diungkapkan masyarakat dalam reses adalah bantuan-bantuan pertanian dan perkebunan. Bantuan ini sangat diharapkan masyarakat untuk menopang ekonomi masyarakat Sintang.

“Jadi cukup banyak hal yang disampaikan saat reses. Poin utamanya ada 6-7 yang mendominasi usulan masyarakat,” bebernya.

Setelah usulan disampaikan ke pemerintah, Roni yakin akan ditampung dalam perencanaan pemerintah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing.

“Hanya memang ketika usulan sudah ditampung, biasanya kerap mentok ketika kita melakukan pembahasan anggaran. Karena apa yang menjadi usulan biasanya mencapai puluhan triliun, sementara kemampuan APBD Sintang hanya Rp 1,7 triliun tahun 2022,” ujarnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.