SINTANG – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Edy Harmaini mengatakan bahwa integrasi pelayanan kesehatan primer atau ILP sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat, mendapatkan bantuan hibah dari lembaga pendanaan internasional yakni Global Fund. Bantuan ini dalam bentuk pengembangan atau scale up penerapan ILP (GF-ILP).
Hal itu disampaikan Edy saat saat rapat koordinasi lintas program dan lintas sektor dalam rangka scale up Integrasi Layanan Primer (ILP) di Kabupaten Sintang tahun 2025, beberapa waktu lalu di Hotel My Home Sintang.
Ia menambahkan, sebagaimana kita ketahui, selama ini Global Fund mengkhususkan pendanaan untuk program pencegahan dan penanganan HIV/AID, tuberkulosis dan malaria (ATM) di Indonesia. Mulai tahun 2024 sampai dengan 2026, Global Fund memberikan bantuan untuk pengembangan/scale up penerapan ILP di 60 kabupaten/kota.
“Tahun 2025, Kabupaten Sintang direkomendasikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat guna mendapatkan bantuan hibah Global Fund sebagai lokus pengembangan (scale up) penerapan ILP dengan menetapkan 1 puskesmas dan 2 puskesmas pembantu serta posyandu untuk menerapkan integrasi layanan primer.
“Oleh karena itu dengan pertimbangan adanya kasus HIV/AIDS, masih tingginya kasus tuberkulosis dan masih ada kasus malaria, serta puskesmasnya telah menerapkan integrasi layanan primer, melalui rapat lintas program, kami menunjuk Puskesmas Tebidah Kecamatan Kayan Hulu dengan Pustu Mapan Jaya serta Pustu Tanjung blBunga sebagai lokus pengembangan/scale up GF-ILP tahun 2025,” bebernya.







