BERITA-AKTUAL.COM – Kepala Puskesmas Dara Juanti, dr Edy mengatakan bahwa kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mengalami peningkatan di wilayah kerjanya dalam beberapa bulan terakhir ini.
“Kasus DBD lumayan mengalami peningkatan. Untuk bulan September lalu ada dua kasus. Saat itu kondisi banjir. Untuk bulan-bulan sebelumnya ada tiga atau empat pasien DBD,” ungkap dr Edy pada berita-aktual.com, ketika ditemui di Puskesmas Dara Juanti.
Ia juga mengungkapkan bahwa akibat kasus DBD ada warga Kelurahan Ulak Jaya Kecamatan Sintang yang meninggal dunia. “Setelah kita dilakukan penyelidikan epidemologi (PE), ternyata bukan didapat dari lokal, tapi dapat dari luar,” bebernya.
Untuk sejumlah kasus DBD yang dialami warga, kata Edy, lokasinya di beberapa tempat berbeda. Seperti di Kelurahan Menyumbung Tengah dan Kelurahan Kapuas Kiri Hulu (KKU).
“Untuk jumlah kasus DBD pada bulan Oktober ini baru dua orang. Kalau dari awal tahun, jumlahnya sudah puluhan kasus,” bebernya.
dr Edy tidak menampik muculnya kasus DBD juga dipengaruhi paska banjir yang melanda daerah pesisir Kecamatan Sintang. “Pengaruhnya ada. Tapi nyamuk itu kan hidup di air bersih, bukan air kotor. Bukan soal airnya, tapi tempat penampungannya. Biasanya kalau air banjir kan dak dikuras ya, nah di tempat penampungan air bersih itulah masalahnya,” jelasnya.
Bagi masyarakat yang membutuhkan abate, dr Edy menyilakan mereke mengambil ke Puskesmas. “Silakan diambil, gratis. Dengan catatan selama stoknya masih ada ya. Tapi dari dinas ada terus dikirim,” katanya.
Selain itu, Puskemas Dara Juanti juga sudah melakukan fogging sejak bulan Agustus hingga Oktober. Sekolah sudah difogging. Begitu juga rumah penduduk yang terkena kasus DBD.
“Untuk fogging ini aturan main 100 meter radiusnya. Tapi kita fogging lebih dari 500 meter. Jadi kalau ada berita di medsos yang menyatakan fogging tak lebih dari 300 meter, itu salah. Padahal sudah lebih dari 300 meter,” ujarnya.
“Tapi masyarakat minta difogging semua. Kita tidak bisa mengabulkan, karena jarak terbang nyamuk hanya 30 meter,” ujarnya.







