BERITA-AKTUAL.COM – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh mengungkapkan bahwa permintaan vaksinasi dosis ketiga atau booster mengalami peningkatan paska pemerintah mengeluarkan kebijakan membolehkan mudik.
“Dalam minggu-minggu ini, karena warga yang sudah divaksin booster diberikan kemudahan mudik tanpa antigen dan PCR, permintaan suntikan dosis ketiga mulai ramai. Banyak yang datang minta divaksin booster karena mereka mau mudik,” ungkap Harysinto.
Kebijakan pemerintah pusat tersebut, kata pria yang akrab disapa Sinto ini, tentu saja sangat berpengaruh pada persentese booster secara keseluruhan meskipun belum signifikan.
“Kita sih berharap, kalau bisa pemerintah membuat kebijakan yang mendorong semakin banyak orang ingin booster. Misalnya kalau mau beli minyak goreng murah dan dapat diskon harus booster. Ini penting untuk mempercepat capaian vaksinasi yang sudah jadi program pemerintah,” ucapnya.
Sinto juga menjelaskan capaian vaksinasi di Kabupaten Sintang. Untuk vaksinasi dosis pertama 94,44 persen, dosis kedua 65,01 persen dan booster 4,84 persen.
“Untuk vaksinasi lansia, mulai tumbuh kesadaran untuk divaksin. Untuk vaksin dosis pertama 72,76 persen, dosis kedua 47 persen. Untuk lansia, kita harapkan mereka divaksin hingga tiga kali karena rentan,” ucapnya.
Mengenai vaksinasi pelajar umur 6-18 tahun, kata Sinto, yang sudah divaksin sebanyak 26.949 atau 59 persen. Vaksinasi anak terus digenjot, namun sempat terkendala stok vaksin Sinovac yang kosong. Kemudian, disuplai stok vaksin sekitar 10 ribu dosis. Stok vaksin itu langsung kita bagikan ke 20 Puskesmas. Masing-masing Puskesmas dapat sekitar 500 dosis.
“Vaksinasi anak ini sudah sampai ke daerah pedalaman-pedalaman. Tapi vaksinnya yang susah. Karena, infonya Sinovac tidak diproduksi lagi. Makanya, sisa vaksin ditarik dari daerah lain kemudian disalurkurkan ke daerah yang membutuhkan,” ucapnya.





