SINTANG – Sempat roboh pada bulan Maret 2024 lalu karena dimakan usia, jembatan gantung di Desa Sungai Sintang Kecamatan Kayan Hilir dibangun lagi pada akhir tahun ini.
“Jembatan gantung Sungai Sintang sekarang dalam tahap pembangunan ulang,” kata Mursalin pada wartawan ketika ditemui di salah satu Coffeshoop Sintang, Rabu 23 Oktober 2024.
Kontruksi jembatan yang dibangun, kata Mursalin, masih berupa jembatan gantung. “Anggaran pembangunan jembatan itu kurang lebih Rp 700 juta, tapi nominal pastinya saya ndak ingat,” ujar Mursalin.
Ia memastikan pembangunan jembatan gantung di Desa Sungai Sintang selesai tahun ini. “Pokoknya tuntas,” ujarnya.
Dikatakan Mursalin, pemerintah daerah Kabupaten Sintang memutuskan membangun lagi jembatan di Desa Sungai Sintang dengan kontruksi jembatan gantung biasa karena mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.
“Kalau membangun jembatan rangka baja, ndak cukup anggaran sebesar itu. Makanya dibangun jembagan gantung biasa,” ujarnya.
Pembangunan jembatan gantung di Desa Sungai Sintang masih di lokasi yang sama. “Lokasi pembangunan masih tetap,” ujar Mursalin.
Jembatan gantung Sungai Sintang lokasi tepatnya berada di Dusun Lubuk Leban. Jembatan ini merupakan akses vital ke banyak desa lain. Diantaranya Desa Batu Netak, Desa Sungai Buaya, Desa Neran Baya, Desa Sungai Garong dan Desa Sungai Pengga.
Sebelum jembatan tuntas dikerjakan, selama ini akses masyarakat menggunakan rakit kayu. Kondisi ini tentu sangat berbahaya, apalagi ketika air pasang. Terlebih lagi, puluhan pelajar setiap hari melewati sungai tersebut untuk pergi ke sekolah.





