SINTANG – Warga Kecamatan Ambalau, Kabupaten Sintang, menggelar aksi damai sebagai bentuk protes terhadap kelangkaan Gas Elpiji 3 kilogram dan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Kelangkaan tersebut dinilai telah mengganggu aktivitas rumah tangga, transportasi, hingga roda perekonomian masyarakat setempat.
Dalam aksi yang berlangsung tertib itu, warga menyuarakan tuntutan agar pemerintah daerah bersama pihak terkait segera menormalisasi pasokan LPG dan BBM, serta memastikan distribusi berjalan lancar hingga ke wilayah Ambalau yang selama ini sangat bergantung pada jalur transportasi air.
Warga menilai, keterlambatan dan keterbatasan pasokan membuat harga LPG dan BBM melonjak, sehingga semakin memberatkan masyarakat, terutama di daerah pedalaman yang aksesnya tidak mudah.
Menanggapi aksi tersebut, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Sintang, Subendi, menyatakan bahwa pemerintah daerah bersama Pertamina sebenarnya telah melakukan langkah penyaluran sebelum aksi berlangsung.
“Ya, pemerintah daerah dan Pertamina sebelum mereka demo juga kita sudah menyalurkan LPG 3 kilogram sebanyak 1.200 tabung. Malam ini juga sudah sampai tambahan 600 tabung melalui motor air,” ujar Subendi ketika dihubungi berita-aktual.com, Kamis malam.
Ia menjelaskan, pasokan LPG tersebut berasal dari Agen PT Mandiri Putera Gas dengan pangkalan Anugerah yang beralamat di Desa Nusa Poring, Kecamatan Ambalau. Total pasokan yang disiapkan sebanyak 1.200 tabung, dan saat ini masih dalam proses distribusi menggunakan transportasi air.
“Proses muat ke motor air sudah dilakukan, dengan estimasi sampai di Ambalau pada tanggal 9 atau 10 Januari 2026,” tambahnya.






