Keluarga ungkap Dirinya Sampai Teriak saat Terima Kabar Ambrosius Gugur

oleh
Lunia Ensunai dan anaknya Erma Suryani di dekat peti jenazah Sertu Anumerta Ambrosius Apri Yudiman di Kodim Sintang.

BERITA-AKTUAL.COM – Kedatangan jenazah Sertu Anumerta Ambrosius Apri Yudiman di Bumi Senentang, Sabtu sore 4 September 2021, disambut isak tangis dan kesedihan pihak keluarga dan warga Ketungau yang datang langsung ke Kodim Sintang.

Almarhum Sertu Anumerta Ambrosius merupakan warga Dusun Kedembak Merakai, Desa Senangan Kecil, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Sertu Anumerta Ambrosius Apri Yudiman merupakan prajurit TNI AD berasal dari Denma Brigif 22/Ota/Manasa, Kodam XIII/Merdeka, Provinsi Gorontalo. Dia dikirim bertugas ke Pos Koramil Kisor, Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan.

Erma Suryani, kakak sepupu Sertu Anumerta Ambrosius mengungkapkan, selama yang bersangkutan bertugas di Papua Barat, komunikasi terjalin lancar. “Kami biasa video call. Karena, beliau sebelum bertugas ke Papua ketika di Sintang selalu menyempatkan main ke rumah,” kata Erma.

Ia mengatakan, komunikasi terakhir dengan Ambrosius sekitar bulan Juni 2021. “Tanggal 6 Juni dia masih telepon atau video call. Memang, dia kalau dengan saya sudah seperti saudara kandung meskipun kami ini sepupu,” jelasnya.

“Kemudian, mama saya dekat semua dengan keluarga yang menjadi TNI dari Ketungau. Rumah kami memang kerap dikunjungi mereka, misal kalau mau singgah atau sekedar numpang mandi. Bahkan, kalau mereka pergi bertugas, motor ditinggal di rumah kita. Karena rumah kita dekat Korem 121/Abw,” sambungnya.

Selain itu, ketiga ada warga Ketungau yang ingin mengikuti tes apakah itu di Sintang, Pontianak maupun Singkawang, juga selalu datang ke rumah.

“Makanya, ketika menerima kabar Ambrosius meninggal di Papua, saya sendiri sempat teriak ya. Karena memang almarhum lumayan dekat dengan kita,” ucapnya.

Selama mengenal almarhum, ia mengatakan yang bersangkutan memang agak tertutup. “Tapi kalau dengan saya, bisa lebih terbuka. Karena memang, saya sendiri dengan teman-teman dan keluarga yang lulus itu lumayan dekat. Bahkan sampai masalah punya pacar, mereka cerita ke saya. Termasuk almarhum ini,” bebernya.

Andreas, pihak keluarga lainnya mengatakan, sebelum almarhum berangkat tugas ke Papua, dirinya sempat menyampaikan pesan. “Di sana kan wilayah konflik. Pesan saya, jadikan senjata mu istrimu. Tidurpun selalu dibawa. Saya minta dia selalu waspada. Cuma kita kan ndak tau kapan mau menjemput,” ucapnya.

Mewakili keluarga besar, ia mengucapkan terima kasih pada pemerintah lewat TNI yang telah memulangkan Sertu Anumerta Ambrosius hingga ke Kabupaten Sintang. “Meskipun tiba dalam menyakitkan, kami tetap mengucapkan terima kasih. Dalam doa saya, seharusnya dia datang membawa pangkat. Tapi dia datang membawa mayat dia sendiri,” ucapnya.

Dikesempatan itu, Andreas yang juga Ketua Gempong (Kumpulan) Ketungau menyampaikan pernyataan sikap. Salah satunya meminta tindak tegas terhadap kelompok separatis.

 

No More Posts Available.

No more pages to load.