SINTANG – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Sintang, Yasser Arafat menjelaskan tentang kondisi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang ada di Bumi Senentang.
Ia mengatakan, dari total 391 desa yang ada di Kabupaten Sintang, baru sekitar 160 atau 170 desa yang memiliki BUMDes. Namun sayang, sebagian besar dari BUMDes tersebut tidak berjalan maksimal, bahkan terseok-seok.
“Data di kita, ada sekitar 160 atau 170 BUMDes se Kabupaten Sintang. Tapi harus kita akui dari sekitar 170-an BUMDes atau hampir 200-an BUMDes, belum semuanya berkembang baik. Yang baik hanya sekitar 10-an BUMDes. Banyak BUMDes yang masih terseok-seok, kira-kira seperti itulah kondisinya saat ini,” ungkap Yasser Arafat pada berita-aktual.com ketika ditemui di Pendopo Bupati Sintang, beberapa waktu lalu.
Ia kemudian mengungkapkan kendala-kendala yang membuat banyak BUMDes tidak berkembang.
“Kendalanya banyak, mulai dari sisi manajemen pengolahan BUMDes dan dari sisi kapasitas pengelola juga. Lalu kemudian dari sisi pilihan jenis usaha dan segala macam. Kira-kira banyak seperti itu kendalannya,” beber birokrat yang pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang ini.
Meski banyak yang gagal, Yasser mengungkap bahwa ada beberapa BUMDes yang berhasil hingga saat ini.
“Ada yang berhasil seperti di daerah Kecamatan Binjai Hulu. Di sana banyak BUMDes yang berhasil. Ada BUMDes yang bergerak di bidang alat pertanian, di bidang pertanian, bidang perkebunan sawit dan lain-lain,” jelasnya.






