SINTANG – Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menanggapi aksi damai warga Kecamatan Ambalau yang memprotes kelangkaan gas elpiji dan bahan bakar minyak (BBM), yang digelar pada Kamis, 8 Januari 2026.
Bupati Bala menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat Ambalau yang telah menyuarakan aspirasi mereka secara damai. Hal itu disampaikannya saat diwawancarai wartawan pada Jumat pagi, 9 Januari 2026, usai menghadiri kegiatan launching Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 12 Jerora.
“Ya, saya berterima kasih dengan kawan-kawan yang demo. Karena kalau tidak ada demo, kita juga tidak mengetahui kondisi yang terjadi di lapangan, khususnya di Kabupaten Sintang, terutama di Ambalau,” ujar Bupati Bala.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Sintang telah menindaklanjuti persoalan tersebut dengan melakukan komunikasi lintas instansi. Salah satunya melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Perindagkop).
“Saya sudah komunikasi dengan Pak Subendi dari Perindagkop. Informasi yang saya terima, sudah ada distribusi sebagian, hanya saja memang sempat terkendala,” katanya.
Menurut Bupati Bala, keterlambatan distribusi elpiji dan BBM tersebut dipengaruhi oleh faktor libur Tahun Baru, yang menyebabkan mobilisasi angkutan menjadi lebih lambat dari biasanya.
“Karena waktu itu masih suasana tahun baru, jadi mobilisasi agak lambat,” jelasnya.
Selain itu, kondisi geografis Ambalau yang bergantung pada jalur transportasi sungai juga menjadi tantangan tersendiri dalam proses distribusi.
“Termasuk gas dan elpiji, semuanya lewat jalur sungai. Itu juga jadi kendala sehingga prosesnya agak lama,” tambahnya.





