Lima Hari Penuh Kemeriahan, Pekan Gawai Dayak Sintang 2026 Berjalan Aman dan Lancar

oleh
Kapolres Sintang memukul gong sebagai tanda berakhirnya PGD Sintang 2026 yang berlangsung selama lima hari.

SINTANG – Pekan Gawai Dayak (PGD) Kabupaten Sintang ke-XIII Tahun 2026 resmi berakhir pada Minggu (2/8/2026) malam. Selama lima hari pelaksanaan, mulai 29 Juli hingga 2 Agustus 2026, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar, meski dipadati ribuan pengunjung setiap harinya.

Ketua Panitia PGD Sintang 2026, Toni, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menjaga kelancaran acara, mulai dari panitia, aparat keamanan, pemerintah daerah, hingga masyarakat yang datang menikmati berbagai kegiatan dengan tertib.

Menurut Toni, keberhasilan penyelenggaraan tahun ini menjadi pencapaian yang patut disyukuri. Apalagi, ini merupakan kali kedua dirinya dipercaya menjadi Ketua Panitia Pekan Gawai Dayak Kabupaten Sintang.

“Saya sudah menjadi ketua panitia dua kali berturut-turut. PGD Tahun 2026 juga sukses dan aman. Ini semua karena dukungan banyak pihak. Saya berterima kasih atas dukungan semuanya, termasuk para pengunjung yang sudah datang dengan tertib untuk menikmati suasana gawai,” ujar Toni saat malam penutupan di Rumah Betang Tampun Juah, Desa Jerora Satu.

Ia mengatakan, Pekan Gawai Dayak pada hakikatnya merupakan pesta budaya yang menjadi ruang bagi masyarakat untuk bergembira dan mempererat persaudaraan. Karena itu, ia mengapresiasi seluruh pengunjung yang mampu menjaga suasana tetap kondusif selama kegiatan berlangsung.

“Masyarakat datang ke arena gawai memang untuk bergembira dan bersukacita. Karena gawai esensinya memang seperti itu. Kita bergembira dan tetap menjaga keamanan. Saya mohon maaf kalau selama saya menjadi ketua panitia ada hal yang kurang berkenan,” tuturnya.

Senada dengan itu, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sintang, Jeffray Edward, mengaku bersyukur seluruh rangkaian Pekan Gawai Dayak dapat terlaksana dengan baik. Ia menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang telah mempersiapkan kegiatan selama kurang lebih dua bulan.

“Terima kasih masyarakat Kabupaten Sintang. Pekan Gawai Dayak ini adalah milik kita bersama yang harus kita dukung bersama-sama. Persiapan kami kurang lebih dua bulan untuk menyiapkan kegiatan yang lima hari ini, akhirnya bisa sukses. Saya juga terus menemani panitia dalam melaksanakan berbagai kegiatan, karena ini tanggung jawab bersama,” katanya.

Jeffray menegaskan, Pekan Gawai Dayak bukan sekadar hiburan tahunan, tetapi juga menjadi sarana penting untuk menjaga dan melestarikan adat, tradisi, serta budaya Dayak di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, antusiasme generasi muda yang ikut ambil bagian dalam berbagai perlombaan menjadi bukti bahwa warisan budaya Dayak masih terus hidup dan dicintai.

“Kita sudah melihat bagaimana anak-anak dan generasi kita bisa tampil mengikuti lomba yang dilaksanakan. Dan itu sangat menyenangkan kita semua,” ungkapnya.

Selama lima hari pelaksanaan, PGD Sintang 2026 menghadirkan beragam perlombaan seni, budaya, dan tradisi yang melibatkan kontingen Dewan Adat Dayak dari berbagai kecamatan. Ribuan masyarakat juga memadati arena Betang Tampun Juah untuk menyaksikan perlombaan maupun menikmati berbagai rangkaian kegiatan budaya.

No More Posts Available.

No more pages to load.