SINTANG – Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Sintang, Martin Nandung membeberkan jumlah Luas Tanam Tumbuh (LTT) komoditas padi dan jagung di Bumi Senentang.
Ia mengatakan, saat ini dari Januari hingga April, sudah menanam padi sawah reguler sebanyak 476,05 hektar. Jumlah ini di luar program Oplah (Optimasi Lahan)
Kemudian untuk Oplah dari Januari hingga April 2025 sebanyak 67,5 hektar. “Tapi biasanya ada peningkatan tanam setiap bulan. Progresnnya pasti mengalami peningkatan,” kata Martin ketika ditemui berita-aktual.com di Kantor Distanbun Kabupaten Sintang, belum lama ini.
Untuk luas tanam jagung dari Januari sampai April 2025, luasanya 52 hektar. “Ini gabungan yang sudah ditanam Polres Sintang dan Kelompok Tani,” beber Martin.
Martin kemudian mengungkap kendala yang dihadapi petani di Kabupaten Sintang. Pertama dari segi harga yang ditawarkan, kadang-kadang dinilai tidak masuk oleh petani kalau memang harus menjual ke Credit Union (CU)
“Dan dibeberapa tempat, memang CU tidak mengharuskan petani ngantar langsung, tapi cukup dititipkan di kantor-kantor CU terdekat. Nanti ketika ada petugas CU ke kantor pusat, mereka yang akan membawanya. Tapi kan kalau diangkut pakai motor jumlahnya juga terbatas, ini juga jadi kendala kita, dari sisi harga ini masih jadi kendala,” katanya.
Oleh karena itu, dengan adanya kerjasama dengan Polri, mereka bisa membantu berkaitan dengan kendala-kendala untuk angkutan. Sehingga nanti harga yang didapat memberikan keuntungan untuk petani.
“Sehingga petani kita semangat lah untuk menanam jagung. Kalau ndak gitu, bakal kalah dengan komoditi lain. Karena masyarakat menilai menanam sawit jauh lebih menguntungkan ketimbang menanam jagung, walaupun sawit ini perlu waktu yang lama. Apalagi harga karet juga membaik,” katanya.







