Migor Langka di Perbatasan Sintang-Malaysia, Gas Melon Tembus Rp 35-50 Ribu per Tabung

oleh
Salah satu warung sembako di Desa Empunak Tapang Keladan, Kecamatan Ketungau Hulu perbatasan Sintang-Malaysia. Di perbatasan minyak goreng juga mengalami kelanggkaan, sama seperti daerah lain.

BERITA-AKTUAL.COM – Camat Ketungau Hulu, Jamhur mengungkapkan, kelangkaan minyak goreng yang saat ini jadi isu nasional juga dialami masyarakat perbatasan Sintang-Malaysia tepatnya di Kecamatan Ketungau Hulu.

“Saat ini minyak goreng kita rasakan sangat-sangat langka. Terutama minyak goreng produksi dalam negeri,” kata Jamhur di sela peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Ketungau IV, Rabu 30 Maret 2022.

Ia mengatakan, harga minyak goreng di perbatasan paling rendah dikisaran Rp 25 ribu per bungkus. Satu bungkus ada yang 900 ml hingga 1 kilogram.

Jamhur mengakui, ada minyak goreng produksi Malaysia di perbatasan. Tapi jumlahnya tidak banyak. Karena Sintang belum punya border resmi.

“Mungkin masyarakat mendapatkan minyak goreng produksi Malaysia setelah menjual hasil bumi ke sana. Pulangnya beli minyak goreng Malaysia, harganya 2,5 ringgit per liter atau kurang lebih Rp 18 ribu,” ungkapnya.

Untuk harga gas melon, kata Jamhur, harganya dikisaran Rp 35 – Rp 50 ribu per tabung. Harga gas melon yang mencapai Rp 50 ribu mungkin lokasinya jauh dari jalan negara.

“Di Senaning maupun di ibukota Kecamatan Ketungau Hulu yakni Sungai Pisau, harga gas sebesar Rp 35 ribu per tabung,” ungkapnya.

Dikatakan Jamhur, untuk memenuhi kebutuhan sembako di perbatasan, akses yang diandaklan dari Balai Karangan, Kabupaten Sanggau.

“Contoh untuk kebutuhan gas, suplai kita di perbatasan beberapa tahun ini mengandalkan dari Balai Karangan semua. Begitu juga minyak goreng dan sembako,” katanya.

Menurutnya, suplai kebutuhan pokok dari Balai Karangan dilakukan karena akses jalan relatif lancar. Sementara akses jalan dari Sintang-Senaning susah tembuh kendaraan roda empat.

“Kondisi jalan kita khususnya di ruas Seputau Tiga menuju Pintas Keladan atau Senaning, tidak bisa dilewati kendaraan roda empat. Roda dua masih bisa lewat. Kalau lewat sungai, biayanya sangat mahal,” ucapnya.

Dengan adanya kondisi tersebut, sambung Jamhur, semua kebutuhan pokok di perbatasan disuplai dari Balai Karangan maupun Pontianak.

“Sekarang ini kitq bersyukur angkutan lancar. Dengan jarak 97 kilometer, dari Balai Karangan ke Senaning memakan waktu hingga 3 jam,” ucapnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.