SINTANG – Museum Kapuas Raya menjadi salah satu destinasi edukatif unggulan di Kabupaten Sintang yang menawarkan pengalaman mendalam tentang sejarah dan kekayaan budaya daerah. Hal tersebut disampaikan Iwan Purwanto dari Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sintang.
Menurut Iwan, museum ini menghadirkan representasi identitas tiga etnis besar di Kalimantan Barat, yakni Dayak, Melayu, dan Tionghoa. “Museum Kapuas Raya bukan hanya tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga ruang belajar untuk memahami jati diri masyarakat Sintang,” ujarnya.
Di dalamnya terdapat sejumlah ruang pameran utama. Pada Ruang Sejarah, pengunjung dapat menelusuri awal berdirinya Kota Sintang, mengenal penduduk awal, hingga melihat peta Pulau Borneo tahun 1657. Sementara itu, Ruang Kebudayaan yang mengusung konsep “Circle of Life” menampilkan siklus kehidupan—mulai dari kelahiran, perkawinan, hingga kematian—dari ketiga etnis tersebut.
Museum ini juga memiliki Ruang Tenun Ikat yang memamerkan beragam motif khas Dayak Sintang lengkap dengan alat tradisional pembuatannya. Tak hanya itu, tersedia Ruang Pendidikan sebagai area interaktif bagi pelajar untuk diskusi, pemutaran film sejarah, serta kegiatan kreatif lainnya.
Secara keseluruhan, museum ini menyimpan sekitar 600 koleksi, terdiri dari artefak seperti mandau, keramik asing, perunggu, dan gong; koleksi tekstil berupa kain tenun ikat khas Sintang; hingga dokumentasi foto-foto sejarah dan kehidupan masyarakat tempo dulu.
Melalui keberadaannya, Museum Kapuas Raya diharapkan menjadi pusat literasi sejarah dan budaya bagi generasi muda.







