SINTANG – Pemerintah Kabupaten Sintang kembali mengusulkan bantuan pembangunan stimulan rumah tidak layak huni kepada pemerintah pusat. Kali ini, sebanyak 1.454 unit rumah diusulkan untuk mendapatkan bantuan yang tersebar di 74 desa pada 10 kecamatan di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.
Usulan tersebut disampaikan Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, saat menerima kunjungan kerja reses Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, bersama pejabat Kementerian Pekerjaan Umum di Pendopo Bupati Sintang beberapa waktu lalu.
Bala menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas alokasi bantuan pembangunan rumah yang telah diberikan kepada Kabupaten Sintang pada 2026 sebanyak 4.000 unit.
“Tahun 2026, kami mendapatkan 4.000 unit. Kami secara khusus mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat yang sudah mengalokasikan bantuan untuk Sintang. Saya atas nama masyarakat Kabupaten Sintang mengucapkan terima kasih yang luar biasa,” kata Bupati Bala.
Meski demikian, Bala menyebut masih banyak rumah warga yang membutuhkan perbaikan dan belum mendapatkan bantuan. Karena itu, Pemkab Sintang kembali mengajukan usulan agar masyarakat yang masih tinggal di rumah tidak layak huni dapat memperoleh bantuan dari pemerintah pusat.
Adapun 1.454 unit rumah yang diusulkan tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp29 miliar.
Berdasarkan rincian usulan, Kecamatan Ketungau Hulu menjadi wilayah dengan jumlah usulan terbanyak, yakni 396 unit yang tersebar di 11 desa. Disusul Kecamatan Ketungau Tengah sebanyak 362 unit di enam desa dan Kecamatan Sungai Tebelian sebanyak 309 unit.
Selanjutnya, Pemkab Sintang mengusulkan 140 unit untuk Kecamatan Sepauk, 100 unit untuk Kecamatan Binjai Hulu, dan 90 unit untuk Kecamatan Tempunak.
Sementara itu, Kecamatan Dedai diusulkan sebanyak 30 unit, Kecamatan Sintang sembilan unit, Kecamatan Kelam Permai delapan unit, serta Kecamatan Ketungau Hilir sebanyak 10 unit.







