Penjelasan Dinkes Sintang soal Warga Meninggal di Ambulans Akibat Jalan Rusak

oleh

SINTANG – Viral di media sosial, warga Kecamatan Tempunak meninggal dunia di dalam ambulans saat hendak dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ade M Djoen Sintang.

Sebelum meninggal dunia, ambulans tersebut sempat terjebak di jalan yang rusak selama kurang lebih 4 jam. Meski sudah dikawal dan ditarik mobil hardtop, ambulans tetap tidak bisa beranjak dari lumpur dalam di ruas jalan Kupan Jaya tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Edy Harmaini mengatakan bahwa warga yang meninggal di jalan merupakan pasien dari Puskesmas Jelimpau.

“Kondisi pasien ketika datang ke Puskesmas memang sudah kritis. Pasien berinisial R, umurnya 37 tahun dari Dusun Beraya,” jelas Edy ketika ditemui wartawan beberapa waktu lalu.

Pasien tersebut mengalami musibah tertimpa pohon. Saat tiba di Puskesmas, kondisi pasien tidak sadarkan diri.

“Oleh pihak Puskesmas, pasien kemudian dirujuk ke RSUD Ade M Djoen Sintang. Waktu merujuk pasien memang sudah agak malam Saat itu kondisi jalan memang lagi ndak bagus, karena ekstrim,” ungkapnya.

“Malam itu, jalan yang diambil ambulans merupakan jalur alternatif. Pasien memamg meninggal di jalan, ndak sampai ke rumah sakit Ade M Djoen,“ kata Edy.

Diakui edy, kondisi jalan memang berpengaruh pada pelayanan kesehatan. Jalan rusak juga mempengaruhi semua sisi dan aspek kehidupan masyarakat.

“Dah ini salah satu imbasnya, kita tidak bisa lancar dalam merujuk pasien. Padahal kalau di Tempunak Hulu ada 3 alternatif jalan. Bisa lewat Begandong. Kemudian lewati jalan Kupan Jaya yang tembus ke jalan SDK. Atau melalui Simpang Paoh yang tembus ke Simpang penyangka,” bebernya

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.