SINTANG – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Edy Harmaini mengatakan bahwa pilar kesatu transportasi pelayanan kesehatan primer dilaksanakan melalui edukasi penduduk, pencegahan primer, pencegahan sekunder, serta peningkatan kapasitas serta kapabilitas pelayanan kesehatan primer.
“Pilar prioritas pertama ini bertujuan menata kembali pelayanan kesehatan primer yang ada, sehingga mampu melayani seluruh penduduk indonesia dengan pelayanan kesehatan yang lengkap dan berkualitas,” kata Edy, belum lama ini.
Ia menambahkan, penataan struktur layanan kesehatan primer tersebut, membutuhkan pendekatan baru yang berorientasi pada kebutuhan layanan disetiap siklus kehidupan yang diberikan secara komprehensif dan terintegrasi antar tingkatan fasilitas pelayanan kesehatan. Pendekatan baru ini disebut sebagai integrasi pelayanan kesehatan primer atau Integrasi Layanan Primer dengan singkatan ILP.
“Pendekatan ILP melibatkan puskesmas, unit pelayanan kesehatan di desa/kelurahan yang disebut dengan Puskesmas Pembantu, dan Posyandu,” jelasnya.
Dikatakan Edy, Kementerian Kesehatan telah menetapkan tiga fokus ILP yakni siklus hidup sebagai fokus integrasi pelayanan, mendekatkan layanan kesehatan melalui jejaring hingga tingkat desa dan dusun, dan memperkuat Pemantauan Wilayah Setempat (PWS).
“Penerapan integrasi layanan primer di puskesmas berorientasi pada siklus hidup dengan pendekatan layanan berdasarkan sistem klaster, terdiri dari: klaster 1 (manajemen), klaster 2 (ibu dan anak),
klaster 3 (usia produktif dan lansia), klaster 4 (penanggulangan penyakit menular) dan
klaster 5 )lintas klaster terdiri dari laboratorium, kefarmasian, rawat inap, kegawatdaruratan dan lain-lain),” urainya.






