SINTANG – Tak hanya unsur pemerintah daerah, program tanam jagung Polri untuk mendukung ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah juga mendapat dukungan dari perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Sintang.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Sintang, Martin Nandung ketika ditemui berita-aktual.com di ruang kerjanya, belum lama ini.
“Kami dibantu juga oleh perusahaan perkebunan sawit untuk penanaman jagung ini. Penanaman ini dengan memanfaatkan kebun-kebun mereka yang sudah ditanam sawit, tapi usia baru 1-2 tahun. Jadi masih memungkinkan untuk tumpang sari. Kalau sawitnya masih muda, dahannya belum ketemu, jadi masih memungkinkan untuk tumpang sari jagung,” jelasnya.
Dikatakan Martin, pihaknya memang meminta dukungan dari perusahaan perkebunan kelapa sawit. Dan respon mereka cukup bagus. “Dan kami sempat meminta satu grup perusahaan sawit bisa menyiapkan lahan 10 hektar untuk menanam jagung. Tapi tidak semua perusahaan mampu menyiapkan seluas itu,” ungkapnya.
Karena, kata Martin, tidak semua perusahaan tersebut masih memiliki sawit yang baru tanam. Sebagian besar sawitnya sudah panen dan tidak memungkinkan untuk tumpangsari.
“Tapi mereka tetap mengusahakan menamam jagung sekitar 2-3 hektar, ada lah masing-masing grup menyiapkan lahan,” jelasnya.
“Termasuk di Kabupaten Sintang ada beberapa Polsek yang sudah panen. Kemudian Polsek Sintang menyiapkan lahan kurang lebih 5 hektar. Polsek Sungai Tebelian juga sedang dipersiapkan lahannya untuk menanam jagung di Rusun Brimob, lokasinya rusun di perumahan pemda. Untuk penananam jagung, semua polsek diwajibkan, hanya luasannya berbeda-beda,” pungkasnya





