SINTANG – Suasana duka menyelimuti Desa Baning Kota, Kecamatan Sintang, saat jenazah Praka Anumerta Aprianus tiba di rumah duka pada Jumat, 1 Mei 2026, sekitar pukul 03.00 WIB.
Tangis keluarga pecah menyambut kepulangan sang prajurit, yang kini kembali dalam balutan peti, setelah gugur saat menjalankan tugas negara.
Aprianus, prajurit TNI kelahiran Desa Pakak, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, gugur di Papua pada Rabu, 29 April 2026. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat yang mengenalnya sebagai sosok sederhana dan penuh pengabdian.
Isak tangis semakin tak terbendung ketika keluarga mengungkapkan kenangan terakhir bersama almarhum. Sang kakak, Margareta, membagikan ungkapan pilu melalui media sosial yang sontak menyentuh hati banyak orang.
“Selamat datang di rumah, Bang. Abang dak bisa bangun lagi,” status IG itu direpos margata kemudian menambahkan kalimat yang menyanyat hati.
“Terakhir ikau beranau ke rumah ko dek, pagi udah di rumah baru. Ikau ndai tamai kami agik ko menyadik,” tulisnya. (“Terakhir kamu berkunjung ke rumah mu dek, besok sudah di rumah baru. Kamu tidak ikut kami lagi, saudaraku.”)
Ungkapan sederhana itu menggambarkan betapa mendadaknya perpisahan tersebut. Sosok Aprianus yang sebelumnya pulang sebagai anak dan saudara, kini kembali sebagai pahlawan yang gugur dalam tugas.
Hingga kini, rumah duka terus dipenuhi pelayat yang datang silih berganti, memberikan penghormatan terakhir sekaligus menguatkan keluarga yang ditinggalkan. Suasana haru menyelimuti setiap sudut rumah, seakan menegaskan bahwa kepergian Aprianus adalah kehilangan besar bagi banyak orang.






