SINTANG – Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, memiliki garis perbatasan dengan Malaysia Timur sepanjang kurang lebih 145 kilometer, membentang dari perbatasan Sanggau-Sintang hingga Sintang-Kapuas Hulu.
Sepanjang garis perbatasan tersebut terdapat 14 desa yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, terdiri dari 10 desa di Kecamatan Ketungau Hulu dan 4 desa di Kecamatan Ketungau Tengah. Jumlah ini merupakan sebagian kecil dari total 58 desa di kedua kecamatan tersebut (28 desa di masing-masing kecamatan).
Kepala Badan Pengelola Perbatasan (BPP) Kabupaten Sintang, Zulkarnain, mengungkapkan tantangan dalam menjaga dan mengembangkan wilayah perbatasan yang luas ini. Terdapat 1.076 patok perbatasan yang saat ini dijaga oleh Pamtas. Pengawasan perbatasan di wilayah Sanggau dan Kapuas Hulu lebih terjamin karena akses jalan yang memadai. Namun, kondisi berbeda di Sintang yang belum memiliki Pos Lintas Batas Negara (PLBN).
Keberadaan PLBN Sungai Kelik dinilai sangat strategis untuk mengatasi kendala tersebut. Lokasi PLBN yang berada di tengah-tengah antara Entikong dan Badau dianggap ideal untuk meningkatkan keamanan dan mendorong pembangunan di wilayah perbatasan Sintang-Malaysia.
“Dengan pembangunan PLBN, aksesibilitas akan meningkat, mendukung konektivitas dan mempermudah pengawasan perbatasan. Hal ini akan berdampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di daerah perbatasan,” jelasnya.
Zulkarnain menambahkan, PLBN Sungai Kelik bukan hanya akan meningkatkan keamanan perbatasan, tetapi juga akan menjadi motor penggerak pembangunan di wilayah tersebut. Dengan adanya PLBN, diharapkan pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum lainnya dapat terintegrasi dan terarah, sehingga meningkatkan kualitas hidup masyarakat perbatasan. Keberadaan PLBN juga akan mempermudah pengawasan lalu lintas orang dan barang, mencegah aktivitas ilegal, dan memperkuat kerjasama bilateral antara Indonesia dan Malaysia. Secara keseluruhan, PLBN Sungai Kelik diharapkan menjadi solusi komprehensif untuk memperkuat keamanan dan mendorong pembangunan di wilayah perbatasan Sintang-Malaysia.







