SINTANG – Kabar duka datang dari Kabupaten Sintang. Seorang prajurit TNI, Praka (Anumerta) Aprianus, gugur saat menjalankan tugas di Papua pada Rabu, 29 April 2026.
Almarhum merupakan anggota TNI dari Batalyon Infanteri 611/Awang Long yang berkedudukan di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Aprianus diketahui merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Ia lahir di Desa Pakak, Kecamatan Kayan Hilir, dan keluarga saat ini berdomisili di Desa Baning Kota, Kecamatan Sintang.
Kabar duka tersebut dibenarkan oleh pihak keluarga. Kakak almarhum, Margareta, mengungkapkan bahwa informasi meninggalnya Aprianus pertama kali diterima sekitar pukul 14.30 WIB.
“Saat itu kami dihubungi oleh teman satu kompinya di Kalimantan Timur. Mereka meminta nomor keluarga, lalu langsung menelepon. Awalnya hanya menanyakan alamat lengkap, belum menyampaikan kabar apa pun,” ujarnya saat ditemui di rumah duka, Kamis, 30 April 2026.
Tak lama berselang, Margareta kembali mendapat kabar dari kekasih Aprianus yang berada di Manado, yang menyampaikan bahwa Aprianus telah meninggal dunia.
“Setelah itu, barulah kami mendapat informasi dari kawan-kawannya yang bertugas di Papua dan dari Kalimantan Timur bahwa dia sudah tidak ada,” ungkapnya.
Mendapat kabar tersebut, Margareta kemudian menghubungi kedua orang tuanya yang saat itu sedang berjualan di pasar dan meminta mereka segera pulang ke rumah.
“Saat itu mama dan bapak masih di pasar. Saya telepon dan minta pulang karena ada hal penting yang ingin disampaikan. Setelah sampai di rumah, barulah kami sampaikan bahwa adik kami sudah tidak ada,” tuturnya.
Pihak keluarga juga kemudian menerima konfirmasi resmi dari pimpinan satuan Aprianus terkait kabar duka tersebut.
Margareta menuturkan, Aprianus telah bertugas di Papua selama kurang lebih empat bulan sejak diberangkatkan pada Januari 2026 dari satuannya di Kalimantan Timur. Masa penugasan seharusnya berlangsung selama 11 bulan.
“Saat ini baru berjalan empat bulan,” katanya.
Sebelumnya, Aprianus juga pernah menjalankan tugas di Papua dengan masa penugasan sekitar 10 bulan.
Duka mendalam masih menyelimuti keluarga atas kepergian almarhum. Di mata keluarga, Aprianus dikenal sebagai sosok yang baik, aktif, dan penuh dedikasi.
“Kesehariannya baik sekali, aktif luar biasa,” ujar Margareta.
Setiap kali pulang ke Sintang, Aprianus selalu membantu orang tua, termasuk mengantar mereka ke pasar sejak subuh untuk membeli kebutuhan dagangan.
“Dia sering mengantar orang tua ke pasar, bahkan sejak subuh. Kebetulan orang tua kami berjualan di pasar,” tambahnya.
Aprianus juga dikenal gigih dalam meraih cita-citanya menjadi anggota TNI. Ia mulai mengikuti seleksi pada 2021 dan sempat mengalami kegagalan dua kali sebelum akhirnya lulus pada percobaan ketiga.
“Dia memang gigih. Dua kali gagal, tapi tetap mencoba sampai akhirnya berhasil,” kenangnya.
Kini, kepergian Praka (Anumerta) Aprianus meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Namun, semangat pengabdian, kerja keras, dan kebaikan almarhum akan selalu dikenang sebagai kebanggaan yang tak tergantikan.






