SINTANG – Jalan Mirza Rafi Navazani menuju Paskibraka Nasional 2026 penuh dengan kejutan. Siswa SMAN 1 Sintang itu sempat tidak masuk dalam daftar awal perankingan, namun kesempatan kedua mengubah segalanya.
Mirza akhirnya terpilih sebagai calon Paskibraka Nasional 2026 dan akan membawa nama Kalimantan Barat dalam upacara kemerdekaan tingkat nasional.
“Awalnya saya tidak masuk perankingan. Ada beberapa hal yang membuat saya tidak masuk untuk ke pusat,” ujar Mirza.
Namun takdir berkata lain. Setelah salah satu peserta dari Kabupaten Ketapang gagal dalam Medical Check Up (MCU), Mirza mendapat panggilan untuk menggantikan posisi tersebut.
“Besoknya langsung diminta MCU di Pontianak. Saat itu mulai gemetar karena kesempatan ini datang tiba-tiba,” kenangnya.
Hasil pemeriksaan kesehatan membawa kabar baik. Mirza kemudian diberangkatkan ke Jakarta untuk mengikuti seleksi lanjutan.
Di Jakarta, ia harus melewati berbagai tahapan, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga tes kemampuan akademik.
Menurut Mirza, persiapan menghadapi seleksi sudah dilakukan sejak Desember 2025. Selain latihan fisik, ia juga rutin mempelajari Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelegensi Umum (TIU).
“Untuk TWK dan TIU saya sudah belajar sejak Desember sebelum tahun baru. Kadang belajar bersama teman seperjuangan, kadang sendiri,” ujarnya.
Baginya, disiplin menjadi kunci utama untuk lolos Paskibraka.
“Adik-adik yang ingin ikut Paskibraka, persiapkan diri dari sekarang. Jangan tunggu tes baru berubah. Mulai disiplin, latihan, dan belajar TWK karena itu menjadi tes awal yang sangat menentukan,” pesan Mirza.
Ke depan, Mirza memiliki cita-cita melanjutkan pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Ia berharap pengalaman sebagai Paskibraka Nasional dapat menjadi langkah awal menuju cita-citanya.





