SINTANG – Kabupaten Sintang kembali mengusulkan lahan untuk program Optimasi Lahan (Oplah) tahun 2025 kepada pemerintah pusat. Sama seperti tahun sebelumnya, program ini bekerjasama dengan TNI.
Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang, Martin Nandung, untuk program Oplah tahun 2025, Kabupaten Sintang mengusulkan 600 hektar lahan yang tersebar dibeberapa kecamatan.
“Oplah tahun 2025 ini adalah Oplah lahan kering. Sebelumnya kita usulkan 500 hektar, tapi ada penambahan 100 hektar lagi. Jadi total usulan kita 600 hektar,” ungkap Martin Nandung didampingi Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holitkultura Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang, Syafarman ketika ditemui di kantornya, Jumat siang 16 Mei 2025.
Sebetulnya, sambung Martin Nandung, usulan 600 hektar lahan untuk Oplah tahun 2025 di Kabupaten Sintang sudah disetujui. “Namun untuk angka pastinya akan kita ketahui setelah Survei Investigasi Desain (SID). Mungkin setelah SID akan ada perubahan,” katanya.
Kata Martin Nandung, waktu SID nanti juga akan dicek lokasi untuk memastikan apakah lahan yang diusulkan memenuhi persyaratan atau tidak.
“Lahan yang kita usulkan memang harus dicek agar tidak masuk lahan baku sawah. Kemudian agar tidak ada tumpang tindih dengan lahan lain. Misalnya tumpang tindih dengan lahan Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan atau masuk kawasan hutan. Makanya harus dicek ulang,” sambungnya.
“Oleh karena itu, angka pasti mengenai jumlah Oplah Kabupaten Sintang tahun 2025 baru bisa dipastikan setelah adanya survei dan pengecekan di lapangan. Tapi usulan kita yang awalnya 500 hektar sudah disetujui, kemudian ditambah 100 hektar lagi. Jadi totalnya 600 hektar,” katanya lagi.





