SINTANG – Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Sintang. Siswa SMAN 1 Sintang, Mirza Rafi Navazani, berhasil terpilih sebagai calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional tahun 2026 mewakili Provinsi Kalimantan Barat.
Selain Mirza, dua pelajar asal Kabupaten Sintang juga berhasil menorehkan prestasi dengan terpilih sebagai calon Paskibraka tingkat Provinsi Kalimantan Barat, yakni Muhamad Dzaki Raiha Nur dan Chelly Spania Pielda.
Kepala Bidang Wawasan Kebangsaan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sintang, Indra Gunawan, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses seleksi panjang yang dilakukan secara bertahap, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.
“Anak kita yang dikirim untuk mengikuti tes tingkat nasional ada dua orang dari Kabupaten Sintang, yaitu Rafi dan Zaki,” ujar Indra.
Ia menjelaskan, pada tahap awal seleksi, Kabupaten Sintang mengirimkan empat pelajar yang terdiri dari dua putra dan dua putri untuk mengikuti seleksi tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak.
Dari hasil seleksi tersebut, dua pelajar putra asal Sintang, yakni Mirza Rafi Navazani dan Muhamad Dzaki Raiha Nur, berhasil lolos dan melanjutkan seleksi tingkat pusat yang dilaksanakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Jakarta.
Hasil seleksi tingkat pusat kemudian menetapkan Mirza Rafi Navazani sebagai calon Paskibraka Nasional 2026 yang akan menjadi wakil Kalimantan Barat. Ia nantinya akan bertugas mengibarkan Bendera Pusaka pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara pada 17 Agustus 2026.
Mirza akan menjadi bagian dari satu pasang perwakilan Kalimantan Barat bersama seorang pelajar putri dari Kota Pontianak yang juga terpilih sebagai calon Paskibraka nasional.
Indra Gunawan menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, setelah tiga tahun Kabupaten Sintang belum berhasil mengirimkan wakil ke tingkat nasional, tahun 2026 menjadi momentum kebangkitan bagi daerah.
“Alhamdulillah tahun 2026 ini Sintang kembali bisa ikut berpartisipasi mengibarkan Bendera Pusaka di tingkat nasional nantinya pada 17 Agustus di Istana Negara. Ini merupakan prestasi luar biasa,” katanya.
Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses seleksi, mulai dari tim seleksi tingkat Kabupaten Sintang hingga tingkat provinsi dan pusat.
Indra menegaskan, seluruh proses seleksi dilakukan secara objektif berdasarkan kemampuan dan kualitas para peserta tanpa adanya intervensi dari pihak manapun.
“Kami mengawal seluruh kegiatan dari awal pendaftaran hingga seleksi. Penilaian dilakukan secara murni sesuai kemampuan anak-anak, tanpa intervensi dari pihak luar,” tegasnya.





