SINTANG – Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di BTN Mata Bola, Desa Sungai Ana, Kecamatan Sintang, pada Sabtu 27 Desember 2025. Kegiatan tersebut dihadiri oleh masyarakat setempat, perangkat desa, serta tokoh masyarakat.
Dalam pemaparannya, Lasarus menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan merupakan hasil pemikiran panjang para pendiri bangsa dalam merumuskan konsep negara Indonesia yang mampu bertahan di tengah keberagaman.
“Para pendiri bangsa kita dulu mendiskusikan konsep negara ini dengan sangat panjang. Karena Indonesia terdiri dari ribuan pulau, beragam suku, bahasa, agama, dan kebiasaan, maka dipikirkan bagaimana cara mengikat perbedaan itu agar tetap menjadi satu bangsa yang utuh,” ujar Lasarus.
Ia menjelaskan, kesepakatan para pendiri bangsa tersebut kemudian dirumuskan dalam Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.
“Empat pilar inilah yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Berbeda-beda suku, agama, dan pulau, tetapi tetap satu. Inilah yang terus kami sosialisasikan kepada seluruh masyarakat Indonesia,” katanya.
Lasarus juga menjelaskan kedudukannya sebagai anggota MPR RI. Menurutnya, seluruh anggota DPR RI secara otomatis (ex officio) juga merupakan anggota MPR RI bersama anggota DPD.
“Saya hadir di sini sebagai anggota MPR RI. Tugas kami salah satunya adalah menyampaikan dan menanamkan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan kepada masyarakat,” jelasnya.
Dalam dialog dengan masyarakat dan pemerintah desa, Lasarus mengapresiasi kondisi Desa Sungai Ana yang selama ini hidup rukun dan damai tanpa adanya konflik sosial.
“Tadi Pak Kepala Desa menyampaikan bahwa di sini tidak pernah ada gesekan. Ini menunjukkan bahwa nilai-nilai kebangsaan sudah hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menanggapi aspirasi desa, Lasarus menyarankan agar Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bergerak di jasa angkut sampah dapat menggunakan Dana Desa untuk pengadaan kendaraan operasional, selama kegiatan tersebut jelas dan produktif.
Ia juga menyampaikan kesiapannya membantu kebutuhan ambulans bagi masyarakat. Saat ini, Lasarus telah menyiapkan ambulans berpenggerak ganda (double gardan) yang dapat menjangkau wilayah pedalaman.
“Saya punya ambulans yang bisa masuk ke daerah sulit. Kalau ada kebutuhan mendesak, silakan koordinasi. Ambulans ini memang saya siapkan untuk membantu masyarakat, terutama di wilayah yang sulit akses,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sungai Ana, Marlin Syahalam, menyampaikan bahwa Desa Sungai Ana merupakan hasil pemekaran dari Desa Baning dengan jumlah penduduk sekitar 4.000 jiwa yang tersebar di tiga dusun dan 15 RT.
“Struktur masyarakat kami sangat plural, baik dari sisi suku maupun agama. Ini sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika,” kata Marlin.
Ia menjelaskan bahwa desa memiliki BUMDes yang bergerak di jasa angkut sampah dan ketahanan pangan melalui peternakan ayam petelur. Namun, hingga kini BUMDes masih terkendala sarana transportasi karena harus menyewa kendaraan.
“Kami juga belum memiliki ambulans desa. Selama ini jika ada warga yang membutuhkan, kami harus meminjam ke kelurahan lain,” jelasnya.
Marlin menambahkan, Dana Desa sangat membantu pembangunan, meski sebagian besar masih difokuskan pada pembangunan skala kecil seperti drainase. Ia berharap ke depan pagu Dana Desa dapat segera ditetapkan agar perencanaan pembangunan desa dapat berjalan optimal.
“Kami berharap dengan kehadiran Pak Lasarus, Desa Sungai Ana dan BUMDes kami ke depan bisa semakin berkembang demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.





