SINTANG – Kecelakaan lalu lintas diduga terjadi akibat tabrakan adu banteng antara sebuah truk box pengangkut paket Damri dengan mobil minibus di wilayah Penyangka, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang, Kamis (30/7/2026).
Benturan keras mengakibatkan kedua kendaraan mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian depan. Minibus bahkan hancur di bagian depan akibat kerasnya tabrakan. Lima orang yang berada di kedua kendaraan mengalami luka-luka dan langsung dievakuasi ke rumah sakit.
Direktur RSUD Ade M. Djoen Sintang, dr. Bagus Zodiak Adibrata, mengatakan ambulans RSUD menerima laporan dan menjemput para korban di lokasi kejadian sekitar pukul 08.30 WIB.
“Korban kecelakaan yang kami jemput di lokasi kejadian berjumlah lima orang, terdiri dari tiga warga negara Indonesia (WNI) dan dua warga negara asing (WNA),” ujar dr. Bagus, Kamis (30/7/2026).
Ia menjelaskan, tiga korban WNI masih menjalani penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ade M. Djoen Sintang.
“Tiga WNI masih berada di IGD RSUD Sintang dan sedang menunggu persetujuan untuk dirujuk ke RSUD dr. Soedarso Pontianak. Sedangkan dua WNA langsung dirujuk ke Kuching, Sarawak, Malaysia. Itu permintaan mereka,” jelasnya.
Dr. Bagus memastikan tidak ada korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
“Tidak ada korban meninggal. Kondisi tiga korban cukup berat sehingga kami merencanakan rujukan. Sedangkan dua WNA kondisinya tidak terlalu berat, namun mereka tetap meminta dirujuk ke Kuching,” katanya.
Menurutnya, para korban mengalami berbagai jenis cedera akibat benturan keras tersebut.
“Ada korban yang mengalami patah tulang kaki dan ada juga yang mengalami patah tulang tangan,” ungkapnya.
Sementara itu, hingga Kamis sore, kronologi pasti penyebab kecelakaan masih belum diketahui. Upaya konfirmasi kepada Kapolsek Tempunak IPTU Rudi Simanjuntak dan Kasat Lantas Polres Sintang AKP Angga Pribadi Amsriyanto belum membuahkan hasil karena belum ada tanggapan hingga berita ini diterbitkan.






