BERITA-AKTUAL.COM – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Sintang menggelar Musyawarah Daerah (Mudsa) di Hotel My Home, Sabtu 19 Februari 2022. Dalam Musda tersebut, Arpan terpilih aklamasi sebagai Ketua PPNI Sintang periode2022-2027.
Musda PPNI Sintang dibuka secara resmi oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno. Dikesempatan itu, Jarot mengapresiasi keberadaan PPNI Sintang. Mengingat, PPNI Sintang banyak berperan atas penanggulangan COVID-19 dan membantu korban banjir di Bumi Senentang, tahun lalu.
“Terima kasih atas dharma bhakti PPNI selama ini, terutama dalam menanggulangi pandemi. Kalianlah yang berada di garis depan, karena sudah bersusah payah melakukan program vaksinasi, sosialisasi hingga penegakan prokes,” kata Jarot.
Selain itu, kata Jarot, pada musim banjir tahun lalu, PPNI telah membuat tim-tim kesehatan untuk menangangi para pengungsi ataupun masyarakat yang terdampak banjir.
“Ini luar biasa. Kami sangat apresiasi. Ditambah lagi solidaritas tanpa batas, tak memandang suku dan agama, apapun juga semua dilayani,” tambah Jarot.
Jarot berharap kepengurusan PPNI hendaknya tetap dinamis baik di kota dan di kampung. Tetap berada di garis depan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Kemudian, ada beberapa tugas organiasi profesi, seperti menjaga etika anggotanya, meningkatkan kemampuan anggotanya, pusat berhimpun, berkumpul, silaturrahim, dan tempat menularkan kebaikan-kabaikan kepada seluruh masyarakat,” kata Jarot.
Ketua PPNI Sintang demisioner, Bahrul Mazi mengungkapkan bahwa, Musda PPNI Sintang kali ini merupakan yang keenam. Kepengurusan PPNI Sintang periode 2015-2020 mengalami kelebihan dua tahun. Hal ini dikarenakan selama masa pandemi tidak boleh menggelar Musda sesuai instruksi PPNI pusat.
“Pergantian kepengurusan melalui Musda merupakan dinamika organisasi. Agar bisa memberi corak dan nuansa baru dalam organisasi serta menjalankan amanat organisasi,” katanya.
Salah satu amanat yang dimaksud, kata Bahrul, adalah peningkatan sumber daya tenaga keperawatan atau professionalisme profesi melalui tinglat pendidikan keperawatan.
Ia mengungkapkan, beberapa tahun lalu, PPNI Sintang-Pemkab Sintang bekerjasama dengan Akper Sintang melaksanakan program DIII Keperawaran bagi tamatan SPK. Kemudian bekerjama dengan STIKEP Muhammadiyah Pontianak melenggarakan program sarjana keperawatan dan pendidikan profesi ners.
“Untuk itu, PPNI sangat berterima kasih dan penghargaan setinggi-tinginya pada Pemkab Sintang dan semua pihak dalam meningkatkan kapasitas sumber daya keperawatan. Sesuatu yang baik semestinya dilanjutkan dan ditingkatkan kedepan,” tegasnya.
Ketua panitia, Arhamsyah mengungkapkan, Musda PPNI Sintang diikuti 12 komisariat wilayah kecamatan. Yakni Sintang, Sepauk, Tempunak, Sungai Tebelian, Kelam Permai, Kayan Hulu dan Kayan Hilir, Serawai dan Ambalau, Ketungau Hilir dan Binjai Hulu, Ketungau Hulu, Ketungau Tengah, Dedai serta Komisariat RSUD Ade M Djoen Sintang.
Program Kerja
Paska terpilih aklamasi sebagai Ketua PPNI Sintang, Arpan langsung menyiapkan program kerja. Pertama, menyiapkan sertifikasi dan standarisasi untuk legalitas perawat. Karena, sertifikasi perizinan atau legalitas sangatlah dibutuhkan perawat dalam bekerja.
Kedua, kata, Arpan, PPNI Sintang akan mengembangkan enterprenuer nurse atau enterprenuer perawat. Nantinya, dengan adanya sertifikasi tadi, perawat secara legal bisa membuka praktek mandiri sesuai standar etika profesi.
Arpan mengungkapkan, hingga saat ini anggota PPNI Sintang yang sudah memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) lebih dari 1.000 orang. Namun yang jadi permasalahan saat ini adalah Surat Izin Praktek Perawat (SIPP).
“Ini jadi permasalahan banyak teman-teman. Karena berdasarkan Undang Undang tentang Keperawatan tahun 2014 menyatakan bahwa yang bisa membuka praktek mandiri minimal ners. DII dibolehkan namun berkelompok. Nanti ners nya yang bertanggung jawab,” ucapnya.
“Ini yang akan kita perjuangan kedepan. Agar teman-teman tidak hanya bergantung pada pemerintah dengan menjadi pegawai atau pihak swasta. Jadi mendorong mereka agar membuka praktek mandiri,” sambung Arpan.
Pesan PPNI Kalbar
Mahyudin, Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi PPNI Provinsi Kalimantan Barat berpesan berpesan agar pengurus PPNI Sintang selalu bekerja professional sesuai dengan SOP.
“Karena jika kita berbicara masalah profesi, ini beda-beda tipis dengan profesi medis lainnya. Nah, jangan mengambil profesi orang. Laksanakan kewenangan sesuai amanah,” pesannya.
Berbicara soal profesi, PPNI tentu selalu mendorong agar perawat mendapat upah yang layak. Salah satu program pusat hingga ke daerah adalah merelisasikan 1 desa 1 perawat.
“Untuk merealisasikan program ini kita harus bersinergi dengan Kementerian Kesehatan dengan Kementerian Desa. Dibeberapa provinsi ini sudah dilakukan dan ada kontrubusi dari Kementerian Desa,” ucapnya.





