Terus Pantau Kasus Tuberculosis

oleh

SINTANG – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Edy Harmaini mengatakan bahwa pihaknya terus memantau kasus-kasus tuberculosis (TB) di Bumi Senentang.

“Untuk kasus tuberculosis (TB) ini selalu kami tracing terus. Setiap Puskesmas wajib melakukan tracing untuk mencari penularan tuberculosis (TB),” kata Edy pada berita-aktual.com usai menghadiri kegiatan pengantar tugas dan penyerahan SK Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2024 di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang, beberapa waktu lalu.

Edy menyebut, kasus tuberculosis (TB) lumayan banyak di Sintang. “Jumlahnya saya ndak hafal. Teman-teman di Bagian Penanggulangan Penyakit yang tahu pasti datanya,” katanya.

Di Kabupaten Sintang, saat ini sudah punya alat Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk melihat dahak sesorang itu menganduk penyakit tuberculosis (TB) atau tidak. Hasil penelitian skala besar yang pernah dilakukan menunjukkan bahwa pemeriksaan dengan TCM ini mempunyai sensitivitas dan spesifisitas untuk diagnosis TB yang jauh lebih baik dibandingkan pemeriksaan dengan metode mikroskopis dan mendekati kualitas diagnosis dengan pemeriksaan biakan.

“Alat ini ada di RSUD Ade M Djoen dan Puskesmas Sungai Durian,” bebernya.

Selain itu, pada tahun Pemerintah Kabupaten Sintang juga mendapatkan bantuan dari global fun. “Mereka membantu penyedian obat-obat untuk tuberculosis (TB). Bantuan ini kerjasama dengan Kementerian Kesehatan. Bantuan ini tentu sangat membantu buat kita,” ujar Edy.

Diketahui selama ini pengobatan tuberculosis (TB) cukup lama. Pengidap tuberculosis (TB) harus minum obat rutin selama 6 bulan tanpa boleh putus. “Tapi ada info katanya jangka waktu pengobatan lebih diperpendek lagi. Tapi saya belum tahu obat yang sekarang ini,” katanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.