SINTANG – Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sintang terus meluas. Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang, sebanyak 3.835 kepala keluarga (KK) terdampak banjir yang terjadi sejak 17 Mei 2026.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sintang, Benyamin, mengatakan data tersebut merupakan hasil rekap sementara per 18 Mei 2026 pukul 15.43 WIB dan masih berpotensi bertambah seiring proses pendataan di lapangan yang terus berlangsung.
“Saat ini TRC sudah berangkat ke Nanga Tebidah dan Nanga Mau dengan membawa logistik untuk dapur umum,” kata Benyamin, Senin 18 Mei 2026.
Banjir paling parah terjadi di Kecamatan Kayan Hulu. Di wilayah ini, sebanyak 22 desa terdampak dengan total 2.837 KK terdampak banjir. Selain merendam permukiman warga, bencana tersebut juga menyebabkan dua rumah warga mengalami rusak berat dan satu jembatan gantung di Desa Nanga Toran putus diterjang arus deras.
Sejumlah desa di Kecamatan Kayan Hulu tercatat mengalami dampak cukup besar. Desa Nanga Ungai menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbanyak yakni 400 KK, disusul Desa Nanga Toran sebanyak 309 KK dan Desa Nanga Payak sebanyak 199 KK.
Sementara itu, di Kecamatan Kayan Hilir, banjir merendam sembilan desa, yakni Desa Pakak, Melingkat, Landau Beringin, Neran Baya, Nanga Mau, Batu Netak, Sungai Garong, Sungai Sintang, Sungai Buaya, dan Jaya Sakti. Total sebanyak 839 KK terdampak di wilayah tersebut.
Selain merendam rumah warga, banjir di Kecamatan Kayan Hilir juga menyebabkan akses jalan di Desa Jaya Sakti terendam dengan ketinggian air berkisar antara satu hingga tiga meter. Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Warga yang terdampak sebagian mengungsi ke rumah tetangga maupun ke dataran yang lebih tinggi,” ujar Benyamin.
Di Kecamatan Kelam Permai, banjir turut berdampak pada 159 KK di Desa Bengkuang, tepatnya di Dusun Belungkak dan Dusun Gembala.
BPBD Kabupaten Sintang juga mengungkapkan sejumlah kebutuhan mendesak saat ini, di antaranya perahu karet, makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, serta perbaikan jembatan gantung di Desa Nanga Toran yang putus akibat derasnya arus banjir.
Hingga kini, proses pendataan dan pemantauan kondisi banjir masih terus dilakukan oleh BPBD bersama tim terkait. Perkembangan situasi banjir akan terus diperbarui secara berkala sesuai laporan di lapangan.







