SINTANG — Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengusulkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) kepada pemerintah pusat sebagai upaya jangka panjang mengatasi persoalan sampah di daerah.
Kepala DLH Kabupaten Sintang, Siti Musrikah, mengatakan proposal pembangunan TPST telah diajukan dan saat ini masih dalam proses. Upaya tersebut juga kembali disampaikan saat kunjungan Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, beberapa waktu lalu.
“Usulan TPST sedang dalam proses. Proposalnya sudah kami kirimkan, dan saat kunjungan Pak Lasarus, Ketua Komisi V DPR RI, juga kami sounding kembali,” ujar Siti, Senin 30 Maret 2026.
Ia menjelaskan, salah satu syarat penting dalam pembangunan TPST adalah adanya pihak ketiga atau offtaker yang mampu bekerja sama dalam pengolahan sampah. DLH Sintang saat ini tengah menjajaki peluang kerja sama, termasuk dengan pihak PLTU, untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.
Menurut Siti, dari sisi ketersediaan lahan, Pemkab Sintang tidak mengalami kendala. Lahan milik pemerintah daerah seluas lebih dari 13 hektare di kawasan Jerora telah disiapkan untuk pembangunan TPST.
“Lahan tidak ada masalah, lokasinya di Jerora dengan luas lebih dari 13 hektare. Ini cukup untuk TPST terpadu. Apalagi konsepnya bukan hanya menumpuk sampah, tetapi juga mengolahnya,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa solusi persoalan sampah tidak cukup hanya dengan menyediakan lahan luas untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Tanpa pengolahan, tumpukan sampah akan tetap menjadi masalah meskipun lahannya besar.
“Kalau hanya menumpuk, mau lahan ratusan hektare pun tidak akan menyelesaikan masalah. Tapi kalau diolah, sebenarnya tidak perlu lahan yang terlalu luas karena sampah bisa terus diproses,” ujarnya.
Selain itu, DLH juga tengah mengkaji peningkatan pengolahan sampah di TPA Km 7 dengan menghadirkan teknologi seperti insinerator, mesin pencacah plastik, dan pencacah kertas. Bahkan, penggunaan mesin pengolah berkapasitas besar hingga 100 ton per jam dinilai mampu mengurangi timbunan sampah secara signifikan.
“Dengan insinerator dan mesin pengolah, sampah bisa diolah menjadi produk bernilai seperti paving blok dan kompos. Inilah yang kami dorong, bagaimana sampah bisa menjadi berkah dan memiliki nilai ekonomi,” pungkas Siti.






