BERITA-AKTUAL.COM – Bertepatan dengan perayaan HUT RI ke 76 tahun 2021, sebanyak 20 siswa di Kabupaten Sintang mendapatkan kado istimewa dari BRI Sintang berupa bantuan apresiasi dana pendidikan.
Siswa penerima bantuan tersebut merupakan anak dari tenaga pendukung kesehatan RSUD Ade M Djoen Sintang. Penyerahan bantuan dilakukan secara secara simbolis oleh Pjs Pemimpin Cabang BRI Sintang Yudhi Elvando Limbong, Selasa 17 Agustus 2021. Bantuan diterima oleh Kandias, Kasi Perawatan yang mewakili Direktur RSUD Ade M Djoen Sintang.
Pjs Pemimpin Cabang BRI Sintang, Yudhi Elvando Limbong mengatakan bahwa bantuan apresiasi dana pendidikan merupakan bentuk BRI peduli. “Ini kontribusi BRI untuk membantu masyarakat non tenaga medis yang turut membantu menangani pandemi,” katanya.
Selama ini, kata Limbong, kita tahu garda terdepan penanganan COVID-19 adalah tenaga medis seperti dokter maupun perawat. Ada juga tenaga pendukung kesehatan di RSUD seperti customer service, tenaga adminsitrasi, petugas pemulasaran jenazah, cleaning service maupun petugas laundry.
“Mereka juga juga turut berperan membantu kita selama pandemi ini. Makanya sebagai bentuk apreasiasi supaya mereka tetap semangat bekerja dan anak-anaknya tetap termotivasi untuk pendidikan, BRI memberikan bantuan apresiasi dana pendidikan,” katanya.
“Kita ingin anak-anak ini terus sekolah hingga jenjang pendidikan tinggi untuk menggapai cita-citanya. Ini yang kita inginkan dalam program BRI Peduli ini. Penerima bantuan sebanyak 20 siswa dari tingkat SD SMP dan SMA. Masing-masing mendapatkan Rp 5 juta rupiah dalam bentuk tabungan pendidikan,” ucapnya.
Kandias, Kasi Perawatan yang mewakili Direktur RSUD Ade M Djoen Sintang sangat berterima kasihpada BRI Sintang atas bantuan apresiasi dana pendidikan untuk anak tenaga pendukung kesehatan.
“Terima kasih kami pada BRI Sintang atas bantuan apresiasi dana pendidikan. Kawan-kawan tenaga non medis di RSUD Ade M Djoen tentunya sangat terbantu dengan adanya bantuan pendidikan untuk anak-anak mereka. Apalagi saat ini masa pandemi,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, 20 siswa penerima bantuan tersebut orang tuanya bekerja di RSUD Ade M Djoen dengan ragam profesi. Diantaranya customer service, petugas pemulasaran jenazah, sopir ambulance, pramusaji, petugas laundry, IPSRS dan tenaga administrasi.





