SINTANG – Keterbatasan alat berat untuk menangani kerusakan jalan di Kabupaten Sintang menjadi sorotan. Kondisi ini sebelumnya juga telah disampaikan oleh Bupati Sintang merespon viralnya kerusakan jalan Bedayan di Kecamatan Sepauk.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Sintang, Muhammad Chomain Wahab, menilai bahwa ketersediaan alat berat saat ini belum ideal. Ia menyampaikan hal tersebut usai menghadiri pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Sintang 2026 di Ballroom Hotel My Home Sintang, Rabu 15 April 2026.
Menurutnya, penempatan alat berat seharusnya dibagi berdasarkan jalur wilayah agar lebih efektif dalam penanganan kerusakan jalan. Dengan sistem tersebut, setiap wilayah dapat segera melakukan perbaikan tanpa harus menunggu mobilisasi alat dari lokasi yang jauh.
“Kalau idealnya, alat berat itu per jalur. Misalnya Sepauk dan Tempunak satu set, Kelam Permai dan Dedai satu set, lalu Kayan Hilir dan Kayan Hulu satu set, Serawai dan Ambalau satu set, hingga wilayah Ketungau juga satu set. Jadi alat itu standby di daerah masing-masing,” ujarnya.
Ia menambahkan, pola ini akan mempercepat respons terhadap kerusakan jalan, sehingga perbaikan bisa dilakukan sejak dini sebelum kondisi semakin parah.
Selain itu, Chomain juga menyinggung usulan pengadaan alat berat dalam jumlah lebih banyak, termasuk rencana tiga set tambahan. Ia menyebut, sektor tersebut memang menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Seingat saya, alat berat itu jadi prioritas dan kemungkinan tetap dilaksanakan,” pungkasnya.




