Fraksi PDIP DPRD Sintang Soroti Pembangunan Jembatan Ketungau II

oleh
Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan Welbertus saat menyampaikan pandangan umum fraksinya di rapat Paripurna DPRD Sintang.

BERITA-AKTUAL.COM – Pembangunan Jembatan Ketungau II di Kecamatan Ketungau Tengah, kembali disorot. Kali ini disampaikan oleh Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sintang saat Rapat Paripurna Penyampaian Pandangan Umum Fraksi Terhadap Nota Keuangan dan Raperda APBD Sintang tahun 2012, Rabu (11/11).

Rapat paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Sintang Florensius Ronny didampingi Wakil Ketua I DPRD Sintang Jeffray Edward, juga dihadiri Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Sintang, Florentinus Anum.

Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan, Welbertus meminta penjelasan secara rinci kepada pada Pemerintah Kabupaten Sintang, sehubungan dengan adannya perbincangan yang viral di ruang publik terkait dengan pembangunan Jembatan Ketungau II di Kecamatan Ketungau Tengah.

“Mengapa jembatan yang dibangun dengan anggaran Rp 8 miliar terkesan direncanakan tidak dengan matang? Dan kayu bulat yang digunakan untuk penyangga sangat membahayakan masyarakat yang melintas di bawahnya,” kata Welbertus.

Sebab, kata politisi dari Dapil Sintang 1 ini, untuk diketahui bahwa hingga saat ini Sungai Ketungau masih jadi andalan masyarakat untuk jalur transportasi air atau sungai. “Makanya, kami dari Fraksi PDI Perjuangan meminta penjelasan secara rinci dari pemerintah terkait kondisi jembatan tersebut,” ucapnya.

Ketika diwawancarai wartawan, Welbertus menegaskan bahwa penjelasan dari pemerintah penting disampaikan agar informasi yang ada di publik sinkron dengan pemerintah. “Jadi pemerintah harus memberikan klarifikasi,” ucapnya.

Apakah seperti yang publik sampaikan bahwa jembatan itu sampai saat ini belum selesai pengerjaanya? Atau tuduhan seperti salah kontruksi dan lainnya. “Pemerintah harus menjawab apakah benar seperti itu atau tidak. Supaya tidak ada dusta, karena pembangunannya menggunakan anggaran yang begitu besar,” ucapnya.

“Kita ingin barang ini jelas dan clear. Supaya tidak ada saling menyalahkan antara satu dengan lainnya,” pungkas Welbertus

 

No More Posts Available.

No more pages to load.