BERITA-AKTUAL.COM – Berdasarkan kebijakan pemerintah pusat, sebesar 20 persen anggaran dialokasikan untuk sektor pendidikan pada tahun 2023. Dengan besarnya anggaran itu, penggunannya diharapkan lebih optimal.
Demikian disampaikan oleh Mainar Puspa Sari, Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang pada berita-aktual.com, beberapa waktu lalu di Sintang.
Mainar mengakui, meski anggaran untuk sektor pendidikan tersebut sangat besar pada tahun 2023, tetap saja belum mampu mengatasi permasalahan dunia pendidikan di Kabupaten Sintang. Apalagi sekolah yang rusak cukup banyak, begitu juga meja kursi atau meubeler, serta rumah dinas guru dan lain-lain.
“Kalau ditanya cukup atau tidak dana itu untuk mengatasi kerusakan ruang belajar ataupun sarana pendidikan lainnya, jelas tidak cukup. Tapi setidaknya bisa sedikit mengatasi persoalan-persoalan yang ada,” ujarnya.
Legislator dari Partai Demokrat ini juga berharap agar dana tersebut bisa terserap semua oleh sekolah. Sehingga hasil pembangunannya bisa dinikmati siswa dan masyarakat. “Jangan sampai ketika anggaran besar malah tidak terserap semua. Kalau ini terjadi tentu kita rugi, karena dana harus dikembalikan ke negara lagi,” ujarnya.
Selain itu, apabila anggaran sektor pendidikan itu digunakan untuk kegiatan atau proyek fisik di sekolah, hendaknya dilaksanakan sesuai dengan ketentuan atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jangan sampai pembangunan di lapangan menyalahi aturan, tidak sesuai spek, bahkan pembangunannya tidak berkualitas baik.
“Kita ingin anggaran yang besar bisa bermanfaat, tampak fisik pekerjaanya serta berkualitas pekerjaannya. Tentunya sesuai dengan ketentuan yang ada,” pungkas Mainar.







