SINTANG – Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang, Martin Nandung mengatakan bahwa program Optimasi Lahan atau Oplah tahun 2025 yang diusulkan ke pemerintah pusat luasnya 600 hektar. Program tersebut tersebar dibeberapa kecamatan.
Adapun sebaran program Oplah 2025 adalah Kecamatan Binjai Hulu, Kecamatan Kelam Permai, Kecamatan Dedai, Kecamatan Sepauk, Kecamatan Tempunak dan Kecamatan Sungai Tebelian.
“Jadi tidak semua kecamatan dapat program Oplah ini. Pertimbangan kami karena tidak semua kecamatan punya lahan yang potensial untuk program ini,” jelas Martin saat ditemui berita-aktual.com di ruang kerjanya, Jumat 16 Mei 2025 kemarin.
Pada tahun 2024 lalu, kata Martin Nandung, Kabupaten Sintang mendapatkan program Oplah seluas 571 hektar. Lokasinya ada di Kecamatan Sepauk, Kecamatan Tempunak, Kecamatan Sungai Tebelian, Kecamatan Dedai, Kecamatan Kelam Permai dan Kecamatan Binjai Hulu.
Martin Nandung menjelaskan program Oplah bersinergi dengan TNI. Ia menyebut, sejauh ini program Oplah tersebut berjalan cukup baik di lapangan.
“Yang kami lihat di lapangan, capaian program ini cukup bagus. Setiap bulan, kami rutin monitor perkembangan program tersebut. Penanaman memang tidak serempak, tapi setiap bulannya pasti ada kelompok yang melakukan penanaman. Jadi penanaman tidak pernah terputus,” bebernya.
Sebagaimana diketahui, Oplah merupakan program untuk meningkatkan pemanfaatan lahan pertanian agar menjadi lebih produktif. Oplah merupakan program nasional untuk menjamin ketahanan pangan. Yang paling penting, Oplah ini merupakan upaya untuk mewujudkan target swasembada pangan yang menjadi salah program unggulan pemerintah saat ini yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.







