SINTANG – Kepala Pusat Penatalaksanaan Gizi Buruk (PPGB) Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Adi Sulistyanto mengatakan bahwa hingga saat ini PPGB masih menangani anak gizi buruk. Meski terdampak efisiensi, PPGB tetap berusaha melayani masyarakat dengan maksimal.
“Pasien gizi buruk yang ditangani PPGB Sintang baru satu orang pada tahun 2025. Pasien tersebut masuk pada awal tahun. Keluhannya gizi buruk. Sekarang sudah sembuh dari gizi buruk dan normal kembali,” ungkap Adi ketika ditemui berita-aktual.com, belum lama ini.
Ia mengatakan, pasien tersebut berasal dari Dusun Penyekah. Saat masuk ke PPGB Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang umurnya 19 bulan.
“Penanganan gizi buruk maksimal 3 bulan, tergantung kondisi pasien atau kondisi anak. Kalau dia punya banyak penyakit penyerta, penanganan bisa tiga bulan,” ungkapnya.
“Pokoknya maksimal penangannya 3 bulan atau 90 hari. Dalam 90 hari harus berhasil. Jadi kalau kondisinya bagus, kadang 1,5 bulan dan 2 bulan pasien tersebut sudah sembuh,” ungkap alumni Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada ini.
Adi menegaskan, dalam penanganan gizi buruk, peran orang tua sangat penting. Makanya, pihaknya selalu memberikan edukasi kepada orang tua terkait pemberian makanan tambahannya, misalnya pemberian susu formula.
“Kan banyak orang tua yang mengeluh anaknya ndak mau makan. Atau anaknya dikasik susu kental manis, padahal susu kental manis bukan susu, tapi gula. Ini salah satu edukasi yang kita berikan,” ujar Adi menutup pembicaraan.





