SINTANG – Pusat Penatalaksanaan Gizi Buruk (PPGB) Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang resmi operasional melayani masyarakat sejak tahun 2021 silam. Setelah 21 tahun berdiri, PPGB diusulkan ganti nama menjadi Pusat Penatalaksanaan Gizi dan Tumbuh Kembang.
Hal ini disampaikan Kepala Pusat Penatalaksanaan Gizi Buruk (PPGB) Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Adi Sulistyanto kepada berita-aktual.com, beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan, usulan pergantian nama akan disampaikan ke Bupati Sintang. Jadi, Bupati Sintang lah yang akan memutuskan apakah PPGB Sintang bisa ganti nama atau tidak. Kalau dikabulkan, mudah-mudahan nama baru bisa digunakan tahun 2026.
“Alasan mengubah nama, itu sebenarnya sudah cita-cita saya sejak dulu. Jadi penanganannya bukan hanya gizi buruk saja, tapi tumbuh kembang anak juga jadi perhatian. Dan selama ini hal itu sudah lama kami lakukan,” kata Adi.
Artinya, sambung Adi, penanganan gizi buruk selama ini juga tidak menafikan tumbuh kembang anak itu sendiri. Misalnya anak itu belum bisa berjalan padahal secara umur seharusnya sudah bisa berjalan, itu yang akan ditangani. “Seperti yang sudah saya sampaikan tadi, sebenarnya semua itu sudah kita lakukan,” katanya lagi.
Dengan adanya perubahan nama, menurut Adi penanganan akan dilakukan terstruktur. “Konsekuensi dari perubahan nama juga berdampak pada penambahan tenaga baru, paling tidak fisioterapi dan psikolog, itu harus ada,” ujar Adi.
Untuk tenaga dokter, selama ini sudah tersedia di PPGB Sintang. “Ada dr. Adit yang selalu membantu kami. Selama ini ini koordinasinya bagus, dia merupakan dokter PNS yang diterima di Puskesmas Pandan. Dia banyak membantu kami tiga tahun terakhir. Dia juga on call kok, tengah malam pun stand by dan selalu siap,” pungkasnya.





