BERITA-AKTUAL.COM – Banjir yang terjadi dibanyak tempat di Kota Sintang, Kalimantan Barat, tak hanya merendam pemukiman. Tetapi juga akses jalan dan membuat warga kesulitan memarkirkan kendaraan.
Akibatnya, jembatan Kapuas yang berada di lokasi paling tinggi, menjadi alternatif warga untuk memarkir mobil.
Merespon hal tersebut, Plh Bupati Sintang Yosepha Hasnah mengimbau warga agar tidak lagi memarkirkan kendaraan di jembatan Kapuas.
“Itu tidak boleh. Kemarin kita sudah rapat koordinasi lintas sektoral yang diikuti polisi. Dikesempatan itu saya minta agar teman-teman Polres, Dinas Perhubungan dan Satpol PP untuk patroli per dua jam. Supaya tidak ada kendaraan yang parkir di sana. Takutnya nanti malah roboh,” kata Yosepha.
Ia menegaskan lagi bahwa parkir di atas jembatan tidak dibenarkan. Tidak dibolehkan.
“Ini juga imbauan untuk seluruh masyarakat. Jangankan parkir, berhenti pun sebenarnya tidak boleh di jembatan. Jadi mohon pada masyarakat supaya tidak parkir di jembatan. Karena jembatan tempat lalu lintas orang dan barang, tidak untuk parkir,” tegasnya.
Untuk mengakomodasi kebutuhan lokasi parkir kendaraan masyarakat di daerah itu saat banjir seperti ini, Yosepha mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Korem 121/Abw. “Karena di depan Korem tinggi dan luas,” katanya.
Di Kota Sintang, Pemkab Sintang menyediakan lokasi parkir untuk korban banjir. Lokasinya di eks Bandara Susilo, Gedung Serbaguna dan halaman BKPSDM.






