BERITA-AKTUAL.COM – Ketua DPRD Sintang, Florensius Ronny mengatakan bahwa DPRD melalui Badan Anggaran akan meneliti adanya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) sebesar Rp 190,75 miliar yang tertuang dalam Raperda Pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sintang tahun 2021.
Sebab jumlah itu cukup besar jika dibandingkan SILPA tahun 2020 yakni sebesar Rp 46,13 miliar.
“Kita akan mencari apa titik permasalahan hingga terjadi SILPA yang sangat besar yakni Rp 190 miliar,” kata Ronny.
Legislator muda partai Nasdem ini menuturkan, pihaknya tidak mau berpikir bahwa SILPA adalah sesuatu yang buruk.
“Tidak juga. Karena bisa jadi ini merupakan suatu efisiensi belanja teman-teman dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kalau memang itu yang terjadi maka harus diberikan apresiasi,” kata legislator dari daerah pemilihan (dapil) Kelam Permai, Dedai dan Sungai Tebelian ini.
Tapi, apabila penyebab SILPA tinggi karena kelalaian atau ketidakmampuan OPD menyerap maka hal itu merupakan suatu koreksi. Terutama bagi OPD-OPD yang tidak mampu menyerap.
“Jadi menanggapi SILPA ini tergantung sudut pandang. Kalau untuk efisiensi tentunya hal yang positif. Kalau itu disebabkan karena ketidakmampuan menyerap anggaran, itu adalah hal yang negatif,” ujarnya.
Ronny menambahkan, setelah berkas terkait SILPA diteliti oleh Badan Anggaran, DPRD akan melakukan rapat kerja dengan instansi terkait. Sekanjutnya akan melakukan peninjauan ke lapangan.
“Kita juga mau menilai selain dari sisi anggaran, apakah anggaran yang dialokasikan sudah tepat sasaran atau tepat fungsi ke masyarakat di Kabupaten Sintang
Sementara itu, Sekda Sintang Yosepha Hasnah menjelaskan bahwa laporan perubahan saldo anggaran menggambarkan kenaikan atau penurunan saldo sisa lebih pembiayaan anggaran tahun sebelumnya, dengan SILPA tahun ini.
“Laporan perubahan saldo anggaran lebih menunjukkan bahwa SILPA tahun anggaran 2021 sebesar Rp 190,75 miliar. Jika dibandingkan SILPA tahun 2020 sebesar Rp 46,13 miliar maka terjadi kenaikan SILPA sebesar Rp 144,62 miliar atau setara 313 persen,” ujarnya.






