BERITA-AKTUAL.COM – Anggota DPRD Sintang dari Kayan Hilir, Santosa menanggapi permintaan sejumlah petani plasma yang tergabung dalam Koperasi Unit Desa (KUD) Tetap Jaya yang menemui dirinya terkait masalah investasi, Selasa 7 Juni 2022.
Dalam pertemuan tersebut, pengurus KUD Tetap Jaya yang merupakan mitra PT Sumatera Makmur Lestari (PT SML) dari Gunas Group di Kecamatan Kayan Hilir, ingin menyampaikan keluhan secara langsung. Namun meminta untuk difasilitasi pertemuan dengan GM Gunas Group.
“Jadi bulan Oktober 2021 lalu, saya juga ikut serta dengan teman-teman KUD Tetap Jaya menemui Ketua Komisi D. Saat itu dijabat Pak Harjono Bejang. Karena dari dapil sana (Kayan Hilir-red), saya berusaha membantu agar bisa diselesaikan atau mendapatkan solusi,” ungkap Santosa.
Ternyata seiiring berjalannya waktu, kata Santosa, KUD menilai belum ada progres ke arah yang lebih baik tarkait aduan yang sudah disampaikan. “Jadi mereka datang lagi menemui saya secara personal. Mereka meminta pendapat saya terkait hal yang sudah diadukan. Dan menurut mereka belum ada progres,” ungkapnya.
“Dan saya menanggapi, tentu itu menjadi domain Komisi D. Namun sebagai anggota dewan dari dapil Kayan Hilir, mereka boleh dong datang ke saya secara pribadi meski komisi berbeda. Oleh karena itu, jika belum juga ada progress ke arah yang lebih maju, saya akan coba berkomunikasi dengan GM Gunas Group sesuai permintaan koperasi. Karena secara pribadi sudah saling mengenal dan komunikasi berjalan baik. Agar kedepan ada pertemuan secara internal antara GM Gunas Group dangan KUD Tetap Jaya,” ucapnya.
Santo menuturkan, ketika koperasi mitra ingin bertemu langsung dengan GM, diharapkan menjadi bahan evaluasi manajemen yang ada di bawahnya.
“saya malah beranggapan masalah ini tidak seharusnya sampai ke GM. Karena terkait polemik perkebunan yang tidak diurus dan mereka meminta perusahaan memerhatikan. Kebun yang udah layak panen, tidak dipanen. Serta banyak masalah lain yang membuat petani plasma dirugikan.






