BERITA-AKTUAL. COM – Jika disejumlah daerah di Indonesia jumlah hewan kurban menurun tahun 2022 karena wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), lain halnya dengan Kabupaten Sintang.
Menurut Anggota DPRD Sintang Senen Maryono, jumlah hewan kurban yang akan dipotong pada Hari Raya Idul Adha nanti di Bumi Senentang justru mengalami peningkatan pada tahun ini.
“Jumlah kurban meningkat tahun ini. Berdasarkan hasil pengecekan, sementara ini belum ada hewan kurban terindikasi terkena PMK. Belum ada hambatan lah, hewan kurban yang akan dipotong sehat semua,” ungkap legislator yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Sintang ini.
Senen berharap, Kabupaten Sintang betul-betul bebas PMK dalam Idul Adha tahun ini. Begitu juga hewan-hewan kurban yang akan dipotong nantinya.
“Meski belum ada indikasi hewan kurban kena PMK di Sintang, saya minta Bagian Peternakan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang selalu melakukan pemeriksaan. Jangan sampai nanti malah berimbas pada ternak lain,” pesan anggota legislatif yang juga mantan Kepala Dinas Pendidikan Sintang ini.
Untuk mencegah PMK, di Sintang telah dilakukan vaksinasi pada hewan ternak seperti sapi, kambing, kerbau dan hewan berkuku belah lainnya. Vaksinasi sudah dilakukan sejak 29 Juni 2022 lalu.
Mengingat kebutuhan hewan ternak menjelang hari Raya Idul Adha diperkirakan meningkat, antisipasi PMK harus benar-benar diperhatikan.
Bupati Sintang sudah mengingatkan para peternak dan pengusaha hewan ternak di Kabupaten Sintang. Yakni hanya boleh mendatangkan hewan ternak dari zona hijau secara khusus di Kalbar yakni dari Sekadau, Bengkayang dan Kapus Hulu. Karena di kabupaten/kota lainnya termasuk di Kabupaten Sintang sudah ditemukan kasus PMK.
Jika mendatangkan dari luar Kalbar khususnya harus ada Surat Keterangan Kesehatan Hewan dari dokter hewan (SKKH), sama halnya juga jika mendatangkan dari daerah-daerah yang ada di Kabupaten Sintang.







