SINTANG – Upaya mengurai kemacetan di Kota Sintang, khususnya di kawasan Jembatan Melawi dan ruas Lintas Melawi serta Tugu Jam, mendapat dukungan dari Wakil Ketua DPRD Sintang, Yohanes Rumpak. Ia menilai solusi yang ditawarkan pemerintah pusat menjadi langkah positif untuk mengatasi persoalan lalu lintas yang kian padat.
Dalam berbagai kesempatan, Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyampaikan bahwa salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah duplikasi Jembatan Melawi serta pelebaran Jembatan Lintas Melawi. Langkah tersebut diyakini mampu mengurangi kepadatan kendaraan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
“Solusi itu saya dukung, sangat positif. Mudah-mudahan bisa segera terealisasi,” ujar Yohanes Rumpak.
Ia menambahkan, upaya penanganan kemacetan di Kota Sintang terus didorong oleh pemerintah pusat, khususnya melalui Ketua Komisi V DPR RI yang bermitra dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Menurutnya, berbagai pembangunan infrastruktur di Kalimantan Barat, termasuk di Sintang, tidak lepas dari pengawalan Ketua Komisi V.
Meski demikian, Yohanes Rumpak menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Ia menyebut, pemerintah daerah memiliki peran penting, terutama dalam hal pembebasan lahan untuk mendukung pelebaran jalan di kawasan Lintas Melawi.
“Saya yakin dengan sinergi yang baik antara pusat dan daerah, upaya mengatasi kemacetan di Kota Sintang bisa diwujudkan bersama,” katanya.
Diketahui, kemacetan di kawasan Jembatan Melawi kerap terjadi akibat tingginya volume kendaraan. Kondisi ini semakin parah pada sore hari maupun menjelang hari raya, dengan antrean panjang yang bahkan mengular hingga Jalan MT Haryono menuju Pasar Sungai Durian dan arah Sintang–Pontianak serta di Jalan Lintas Melawi.






