SINTANG – Menjelang Hari Raya Idulfitri, Kabupaten Sintang kembali dihadapkan pada sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM). Kondisi ini memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU, bahkan kerap mengular hingga ke badan jalan.
Keterbatasan stok terutama terjadi pada BBM jenis Pertalite yang selama ini menjadi pilihan utama masyarakat. Sejumlah SPBU dilaporkan mengalami kekosongan, sehingga warga yang beralih ke Pertamax pun tetap harus menghadapi antrean panjang.
Situasi tersebut turut berdampak pada kenaikan harga BBM eceran di lapangan. Jika sebelumnya Pertalite dijual sekitar Rp12 ribu per liter, kini harganya melonjak menjadi Rp14 ribu per liter.
Menanggapi kondisi ini, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Sintang, Hikman Sudirman, mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam menyikapi kelangkaan BBM. Ia meminta warga tidak membeli secara berlebihan, apalagi hingga menimbun demi keuntungan pribadi.
“Mohon bijak, tidak membeli BBM secara berlebihan, apalagi sampai menimbun untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.
Legislator dari daerah pemilihan Kecamatan Kayan Hilir dan Kayan Hulu tersebut juga berharap ketersediaan BBM tetap terjaga, terutama menjelang arus mudik Lebaran yang diperkirakan meningkatkan kebutuhan masyarakat.
“Jangan sampai masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru kesulitan mendapatkan BBM. Karena itu, penting bagi kita semua untuk membeli sesuai kebutuhan agar distribusi bisa merata,” tambahnya.
Hikman juga menyinggung pernyataan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, yang sebelumnya memastikan stok BBM dalam kondisi aman. Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak melakukan panic buying.
“Saya setuju, masyarakat tidak perlu panik. Tetap tenang dan bijak dalam membeli,” pungkasnya.






