BERITA-AKTUAL.COM – Masih rusaknya banyak ruas jalan di Kabupaten Sintang kerap kali dikeluhkan masyarakat. Keluhan serupa juga disampaikan warga beberapa desa di Kecamatan Sepauk saat reses anggota DPRD Sintang, belum lama ini.
Menurut Anggota DPRD Sintang Jhon Xifli, saat dirinya mengunjungi Desa Bedayan, Desa Tawang Sari dan Desa Temawang Muntai dalam rangka reses, karena desa-desa tersebut merupakan daerah SKPH, yang jadi keluhan masyarakat adalah infrastruktur jalan.
Karena, kata legislator Partai Amanat Nasional (PAN) Sintang ini, sempat masuk anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk memperbaiki ruas jalan Manis Raya-Sekujam Timbau sebesar Rp 7 miliar. Kemudian ruas jalan Nanga Pari-Buluh Kuning yang dianggarkan sebesar Rp 3 miliar.
“Itulah yang mereka pertanyakan sampai sejauh mana realisasi pekerjaan jalan yang sudah dilaksanakan. Karena kondisi di lapangan ada sebagian yang sudah bagus. Tapi ada juga yang masih rusak,” ungkap Jhon.
Merespon keluhan maupun usulan masyarakat, legislator muda ini memastikan bahwa hasil reses akan disampaikan ke pemerintah, terutama masalah jalan.
“Kita minta pemerintah merespon keluhan soal jalan. Kita juga akan pertanyakan apakah PPTK sudah turun ke lapangan atau tidak. Karena jika melihat kondisi di lapangan ada beberapa spot yang masih jelak,” ujarnya.
Jhon Xifli menuturkan, saat reses II anggota DPRD Sintang masa persidangan II tahun 2022, dirinya mengunjungi lima desa. Yakni empat desa di Kecamatan Sepauk. Dan satu desa di Kecamatan Tempunak. Diantaranya Desa Tawang Sari, Desa Temawang Muntai, Desa Tanjung Balai, Desa Bedayan dan Desa Paribang Baru.
“Selain masalah jalan, warga juga menyampaikan keluhan tentang belum adanya perhatian pemerintah untuk mengatasi masalah gugur daun pada tanaman karet. Padahal kondisi itu sudah lama dialami masyarakat. Harga sawit anjlik juga dikeluhkan banyak petani,” ujarnya.





